SEMARANG
– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral
(ESDM) dalam acara kegiatan kunjungan kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri bagi
Mahasiswa Program Magister S2 Universitas Pertahanan Republik Indonesia tengah
bersiap memperkuat ketahanan energi daerah guna memitigasi efek domino dari
konflik Timur Tengah serta gangguan geopolitik global yang berdampak langsung
terhadap pasokan dan harga BBM nasional. Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah
Agus Sugiharto, S.T., M.T menyampaikan dalam sambutannya bahwa langkah
strategis ini sangat krusial demi menjaga stabilitas sosial serta mendukung
pertumbuhan cepat sektor industri dan manufaktur di wilayah Jawa Tengah yang
membutuhkan pasokan energi andal. Meskipun tidak memiliki kewenangan langsung
di sektor hulu maupun hilir migas, Pemprov Jawa Tengah aktif melakukan
koordinasi lintas sektor dalam pembinaan dan pengawasan distribusi energi
melalui pembentukan Tim Pengawasan Terpadu Distribusi LPG 3 Kg serta penerbitan
Surat Edaran Gubernur guna memperketat pemantauan stok di lapangan.
Lebih lanjut, Kepala Dinas ESDM Jateng
juga menegaskan pentingnya mempercepat transisi energi menuju Energi Baru
Terbarukan (EBT) berbasis potensi lokal sebagai solusi jangka panjang untuk
melepas ketergantungan pada energi fosil. Berlandaskan Perda RUED Nomor 12
Tahun 2018, Provinsi Jawa Tengah fokus mengoptimalkan pemanfaatan PLTS, biogas,
biomassa, hingga panas bumi melalui pendekatan kolaboratif bersama masyarakat.
Hingga tahun 2025, capaian implementasi EBT di Jateng menunjukkan progres
signifikan dengan pengoperasian 866 unit PLTS Rooftop berkapasitas
sekitar 71 MW yang terus diakselerasi melalui program prioritas seperti Desa
Mandiri Energi dan Eco Pesantren guna memperkokoh kemandirian energi dan
stabilitas ekonomi daerah.