Kembali ke Berita

BENTENG PANGAN JATENG: Mewujudkan Kemandirian Energi, Cerdas Teknologi, dan Tangguh Pangan

27 June 2026 Admin ESDM Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi 138 pembaca
BENTENG PANGAN JATENG: Mewujudkan Kemandirian Energi, Cerdas Teknologi, dan Tangguh Pangan

Semarang - Dalam rangka mendukung ketahanan energi, ketahanan pangan, serta percepatan transisi energi menuju pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah melalui APBD Tahun 2026 melaksanakan berbagai program strategis yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Program tersebut meliputi pembangunan 15 unit digester biogas dengan variasi kapasitas 6 m³, 10 m³, dan 20 m³, pembangunan 3 unit Pompa Air Tenaga Surya (PATS), pembangunan 5 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada pondok pesantren, serta pemberian bantuan sambungan listrik bagi 1.000 rumah tangga.

Program-program tersebut tidak hanya bertujuan memperluas akses energi dan meningkatkan pemanfaatan energi bersih, tetapi juga mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca, penguatan sektor pertanian, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pencapaian target pembangunan energi daerah.

Salah satu program yang dilaksanakan adalah pembangunan infrastruktur biogas yang memanfaatkan limbah peternakan sebagai sumber energi alternatif. Kotoran ternak yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menghasilkan gas metana yang memiliki dampak pemanasan global lebih besar dibandingkan karbon dioksida. Melalui pembangunan digester biogas, limbah peternakan dapat diolah menjadi energi yang bermanfaat sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.

Selain menghasilkan biogas sebagai bahan bakar alternatif, proses pengolahan tersebut juga menghasilkan residu berupa slurry yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk mendukung produktivitas pertanian. Pada kapasitas 20 m³, satu unit digester biogas diperkirakan mampu melayani kebutuhan energi memasak hingga lima rumah tangga. Setiap rumah tangga berpotensi menghemat penggunaan sekitar dua hingga tiga tabung LPG 3 kg per bulan sehingga mampu meningkatkan kemandirian energi masyarakat sekaligus memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Dalam mendukung sektor pertanian, Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah juga membangun tiga unit Pompa Air Tenaga Surya (PATS). Teknologi ini memanfaatkan energi matahari sebagai sumber tenaga penggerak pompa untuk memenuhi kebutuhan air irigasi pertanian. Pemanfaatan energi surya mampu menggantikan penggunaan pompa berbahan bakar minyak (BBM), sehingga biaya operasional petani dapat ditekan dan emisi gas rumah kaca dari kegiatan pertanian dapat dikurangi.

Keberadaan Pompa Air Tenaga Surya diharapkan mampu meningkatkan keandalan sistem irigasi, memperluas akses air pada lahan pertanian, serta meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Dengan memanfaatkan sumber energi yang tersedia secara alami dan berkelanjutan, kelompok tani dapat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya yang lebih ramah lingkungan.

Sebagai bentuk inovasi dan transformasi digital sektor pertanian, Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah menginisiasi program BENTENG PANGAN JATENG (Monitoring Cerdas untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan). Program ini merupakan upaya mengintegrasikan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan dengan teknologi Internet of Things (IoT) guna menciptakan sistem pertanian yang lebih modern, efisien, dan berbasis data.

Kondisi ideal yang ingin diwujudkan melalui BENTENG PANGAN JATENG adalah terciptanya sistem pertanian modern yang mampu meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan melalui pemanfaatan energi bersih dan teknologi digital. Sistem ini diharapkan dapat mentransformasi pengelolaan irigasi yang selama ini masih bersifat manual menjadi sistem yang berbasis data (data-driven), otomatis, efisien, dan adaptif terhadap kondisi lapangan.

Melalui penerapan teknologi IoT, berbagai parameter penting dapat dimonitor secara real-time, antara lain produksi energi surya, konsumsi energi pompa, debit air, tekanan distribusi, level air, kondisi cuaca, serta status operasional peralatan. Data tersebut dapat diakses secara daring sehingga memudahkan proses pengawasan, evaluasi, dan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat.

Ke depan, sistem ini juga diarahkan untuk mendukung pengendalian jarak jauh (remote control) dan otomasi operasional pompa berdasarkan kebutuhan aktual lahan pertanian, kondisi sumber daya air, serta perkembangan cuaca. Dengan demikian, penggunaan air dan energi dapat dioptimalkan secara bersamaan, biaya operasional dapat ditekan, risiko kerusakan peralatan dapat diminimalkan, dan efisiensi pemanfaatan sumber daya dapat meningkat secara signifikan.

Secara strategis, BENTENG PANGAN JATENG diharapkan menjadi model inovasi daerah yang menghubungkan pengembangan Energi Baru Terbarukan dengan transformasi digital sektor pertanian. Program ini mendukung terbangunnya ekosistem pertanian cerdas (smart agriculture) yang mampu meningkatkan produktivitas lahan, mengurangi risiko gagal panen, memperkuat kesejahteraan petani, serta meningkatkan ketahanan sektor pertanian terhadap dampak perubahan iklim.

Selain itu, Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah juga membangun lima unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada pondok pesantren. Program ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan pada sektor pendidikan dan sosial keagamaan, sekaligus memberikan contoh penerapan energi bersih yang dapat direplikasi oleh masyarakat. Keberadaan PLTS diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan energi listrik secara mandiri, menekan biaya operasional, serta menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya transisi energi.

Dalam upaya meningkatkan rasio elektrifikasi dan mewujudkan akses energi yang merata, Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah juga menyalurkan bantuan sambungan listrik kepada 1.000 rumah tangga pada Tahun 2026. Program ini ditujukan bagi masyarakat yang belum memiliki akses listrik secara mandiri sehingga dapat menikmati layanan energi yang aman, andal, dan berkelanjutan. Kehadiran listrik diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendukung kegiatan pendidikan, mendorong produktivitas ekonomi, serta memperkuat kesejahteraan keluarga.

Melalui berbagai program tersebut, Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah terus berkomitmen mendukung pencapaian target pembangunan energi daerah, termasuk peningkatan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan dalam bauran energi Jawa Tengah yang ditargetkan mencapai 21,6 persen serta peningkatan konsumsi listrik per kapita menjadi 883,94 kWh per kapita pada Tahun 2026.

Sinergi antara pengembangan energi terbarukan, transformasi digital, peningkatan akses listrik masyarakat, dan penguatan sektor pertanian melalui BENTENG PANGAN JATENG diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program-program tersebut menjadi langkah konkret dalam mewujudkan Jawa Tengah yang lebih mandiri energi, cerdas dalam pemanfaatan teknologi, serta tangguh dalam menjaga ketahanan pangan menuju pembangunan yang berkelanjutan.

Bagikan Informasi
// */