Semarang, 8 Juli 2026 – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Forum Energi Daerah: Kick-Off Penyusunan/Revisi Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Jawa Tengah dan Diskusi Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan dalam Mendukung Ketahanan Pangan pada Selasa (8/7/2026) di Kantor Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, yaitu luring dan daring, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, akademisi, lembaga riset, dan mitra pembangunan.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Agus Sugiharto, S.T., M.T. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa energi saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan sektor ketenagalistrikan maupun industri, tetapi telah menjadi fondasi pembangunan berbagai sektor strategis, seperti pangan, air, kesehatan, transportasi, hingga perekonomian daerah.
Menurutnya, penyusunan kebijakan energi daerah harus mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks, antara lain perubahan iklim, peningkatan kebutuhan energi, ketahanan pangan, serta komitmen penurunan emisi gas rumah kaca. Seluruh tantangan tersebut perlu dijawab secara terpadu melalui perencanaan energi yang adaptif, terintegrasi, dan berbasis data.
"Pemerintah telah menetapkan berbagai kebijakan nasional sebagai acuan, di antaranya melalui Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN), RPJMN, RPJPD, serta berbagai regulasi pendukung lainnya. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memulai proses Kick-Off Penyusunan dan Revisi RUED Jawa Tengah sebagai langkah strategis agar dokumen RUED tetap relevan dengan perkembangan regulasi, kondisi energi terkini, kemajuan teknologi, serta arah pembangunan daerah," ujar Agus Sugiharto.
Lebih lanjut disampaikan bahwa berdasarkan hasil perhitungan tahun 2025, bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di Jawa Tengah telah mencapai 22,33 persen. Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan energi bersih di Jawa Tengah.
Forum Energi Daerah kali ini juga mengangkat tema Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan dalam Mendukung Ketahanan Pangan, sebagai bentuk sinergi antara sektor energi dan pertanian. Tantangan perubahan iklim, berkurangnya ketersediaan air pada musim kemarau, serta meningkatnya kebutuhan energi untuk mendukung produktivitas pertanian menjadi perhatian utama dalam forum tersebut.
Sebagai bentuk implementasi pemanfaatan EBT, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengembangkan berbagai program, di antaranya pembangunan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) pada kawasan pertanian serta Program Desa Mandiri Energi. Ke depan, pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya air sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Selain itu, Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah juga tengah mengembangkan inovasi BENTENG PANGAN JATENG (Pengembangan Energi Baru Terbarukan dengan Teknologi Internet of Things untuk Mendukung Ketahanan Pangan). Inovasi ini memanfaatkan sensor digital dan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mengoptimalkan operasional pompa air berdasarkan kondisi aktual di lapangan, sehingga penggunaan energi, air, dan biaya operasional dapat menjadi lebih efisien.
Forum Energi Daerah turut menghadirkan sejumlah narasumber dan pemangku kepentingan, antara lain Ketua Program Studi Magister Energi Universitas Diponegoro, Prof. Dr.-Ing. Ir. Silviana, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng.; Chief Engineer Penyusunan RUED Jawa Tengah dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Drs. Yudiartono, M.En.; perwakilan dari Institute for Essential Services Reform (IESR); serta para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau yang mewakili.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas ESDM juga menyampaikan apresiasi kepada BRIN yang akan mendampingi proses penyusunan dan pemodelan revisi RUED Jawa Tengah, Universitas Diponegoro yang memberikan perspektif akademis dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan, serta IESR sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendukung percepatan transisi energi.
Melalui Forum Energi Daerah ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antar pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan energi daerah yang adaptif, mempercepat transisi energi, sekaligus mendukung terwujudnya Jawa Tengah yang mandiri energi, tangguh pangan, dan berkelanjutan.
Mengakhiri sambutannya, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah secara resmi membuka kegiatan dengan mengucapkan, "Bismillahirrahmanirrahim, Forum Energi Daerah: Kick-Off Penyusunan/Revisi RUED Jawa Tengah dan Diskusi Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan dalam Mendukung Ketahanan Pangan secara resmi saya nyatakan dibuka."