ESDM Jateng Baru Terbitkan 81 Izin Tambang

SEMARANG, suaramerdeka.com – Pemprov Jawa Tengah terus berupaya selektif dalam memberikan izin untuk sektor pertambangan. Dari ratusan permohonan izin usaha, sampai saat ini Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng baru meloloskan 81 izin operasional.

Kepala Dinas ESDM Jateng, Teguh Dwi Paryono mengatakan, pengusaha yang mengajukan izin harus benar-benar sesuai prosedur. Hal ini dilakukan bukan untuk memperlambat atau mempersulit, tapi untuk menertibkan izin sektor pertambangan di Jawa Tengah. “Jika semua persyaratan lengkap, pasti kami proses. Tapi jika ada yang kurang, ya tunggu dulu,” katanya, Selasa (31/5).

Diambil alihnya kewenangan pemberian izin tambang di pemprov, membuat pihaknya tidak bisa asal mengumbar izin. Terutama bagi pengusaha yang tidak memiliki izin lingkungan baik dari pemerintah daerah maupun dari masyarakat sekitar. Sebab banyak terjadi kasus konflik sesama pengusaha tambang, yang mengklaim sama-sama sudah mengantongi izin. “Padahal saat kami kroscek di lapangan ternyata masyarakat banyak yang menentang. Ini harus benar-benar diperhatikan masalah dampak lingkungan dan sosialnya,” ujarnya.

  • Kawasan Merapi
Di Kota Semarang, dari lima izin pertambangan yang masuk baru dikeluarkan untuk tiga titik. Itupun dengan izin operasional penataan bukan aktifitas menambang. “Sementara di kawasan Merapi, Magelang dari 22 permintaan izin baru dua yang dikeluarkan izin operasionalnya. “Karena untuk aktifitas pertambangan tidak hanya lingkungan tapi harus memperhatikan pencadangan wilayah di lokasi tersebut,” terang Teguh.

Dinas ESDM Jawa Tengah selama ini terus melakukan penertiban bagi tambang ilegal di Jawa Tengah. Bahkan dari 950 hektare kawasan ilegal, saat ini sudah ditertibkan seluas 850 hektare. “Banyak persoalan yang dihadapi di lapangan ketika hendak menertibkan. Mulai adanya unsur oknum yang membekingi praktik itu, sampai belum adanya kesadaran dari masyarakat sekitar. Pernah kami mau menertibkan justru mendapat perlawanan dari warga,” tuturnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Hadi Santoso meminta pemprov meningkatkan keseriusan dalam mengurusi sektor pertambangan, karena jumlah tambang liar di Jateng semakin banyak. Saat ini ada sebanyak 1.372 lokasi penambangan galian C tersebar di sejumlah kabupaten/kota di wilayah ini. “Ada beberapa hal yang seyogianya bisa dilakukan pemprov dalam pengelolaan pertambangan di Jateng, terutama mengatasi maraknya pertambangan liar. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujarnya. (Fani Ayudea/CN38/SM Network)

http://berita.suaramerdeka.com/esdm-jateng-baru-terbitkan-81-izin-tambang/