Ada Empat Titik Aktivitas Galian C Ilegal di Kudus

Ada Empat Titik Aktivitas Galian C Ilegal di Kudus

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Ada empat titik pertambangan galian C di Kabupaten Kudus yang tidak sesuai dengan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kudus.

Jika didasarkan pada regulasi yang ada, aktivitas penambangan galian C yang legal terdapat di empat desa. Yakni Desa Tanjungrejo dan Desa Gondoharum Kecamatan Jekulo. Selain itu yakni Desa Rejosari, Kecamatan Dawe dan Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan.

“Lokasi yang boleh untuk pertambangan galian C saat ini sudah habis. Memang tidak menutup kemungkinan ada lokasi lain yang digunakan sebagai lokasi pertambangan ilegal,” kata Kepala Satpol PP Kudus Djati Solechah saat ditemui, Rabu (8/8/2018).

Djati Solechah mengatakan, empat titik penambangan ilegal yang ada di Kudus berada di Desa Kaliwungu, Desa Papringan, Desa Getasrabi, dan Desa Klumpit.

Djati mengatakan, sesuai RTRW empat desa yang boleh dijadikan sebagai lokasi pertambangan memiliki luas 34 hektare. Untuk Desa Tanjungrejo memilili luas 23 hektare, Desa Gondoharum 4 hektare, Desa Rejosari 3 hektare, dan Desa Wonosoco 4 hektare.

“Artinya jika tidak sesuai dengan Perda RTRW maka aktivitas penambangan galian C ilegal,” kata Djati.

Lebih lanjut Djati mengatakan, aktivitas tambang ilegal yang dilakukan di luar wilayah yang telah diatur umumnya digunakan untuk bahan baku genting maupun bata.

“Sejauh ini yang telah kami lakukan penertiban dengan cara menghentikan aktivitas serta pembinaan agar tidak melanggar peraturan. Namun masih bekum efektif,” katanya. (*)
Sumber http://jateng.tribunnews.com/

Menuju Masyarakat Sejahtera Melalui Penguatan Pengelolaan ESDM dan Kemandirian Energi dengan tetap mengacu pada prinsip pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.