• Telepon

    +6224 7608203, 7610121
  • Alamat

    Jl. Madukoro AA-BB No.44 Semarang 50144
  • Email

    esdm@jatengprov.go.id

Berita

Sosialisasi Kebencanaan Geologi (Tanah longsor) di Kabupaten Banjarnegara

Sosialisasi Kebencanaan Geologi (Tanah longsor) di Kabupaten Banjarnegara

BANJARNEGARA – Cabang Dinas ESDM Wilayah Serayu Tengah melaksanakan kegiatan Sosialisasi Mitigasi Kebencanaan Geologi (Tanah Longsor)  pada tanggal 19 Januari 2023 bertempat di The Pikas Resort and Artventure Banjarnegara. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB – Selesai.
Kegiatan dihadiri 51 Peserta dari 50 undangan yang terdiri dari Relawan dan Komunitas Tanggap Bencana berbagai kalangan/instansi di Kabupaten Banjarnegara. Sebagai narasumber H. Samirun, SH.MH (DPRD Provinsi Jawa Tengah), H. Moch. Ichwan, SH, MM ( Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah), Hartanto (DPRD Provinsi Jawa Tengah), Dr. Indra Permana Jati, ST,MT. (Dosen Teknik Geologi UNSOED).
H. Samirun, SH., MH., menyampaikan bahwa terhadap permasalahan gerakan tanah, kita harus mengetahui ciri-cirinya, dibutuhkan sikap waspada dan mempersiapkan solusi untuk menanggulangi bencana.
Terhadap kebutuhan anggaran pada sektor-sektor garda terdepan tanggap bencana, Bapak Moch Irawan SH., MH., menyampaikan apabila terdapat kebutuhan yang belum terpenuhi dan masih ada yang dibutuhkan akan dilakukan penganggaran selanjutnya. Proposal permohonan dapat diajukan dengan tembusan Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah. Apabila masih ada kekurangan kebutuhan logistik pemerintah dapat menjalin Kerjasama dengan para pelaku usaha yang ada di daerah.
Hartanto menghimbau masyarakat untuk hidup berdampingan dengan alam sehingga perlu sinergi dengan kondisi alam. Daerah Jawa Tengah merupakan supermarket bencana sehingga perlu kewasapadaan yang tinggi tehadap kebencanaan. Harus ada kesadaran bersama dalam pemanfaatan sumber daya alam untuk mencegah terjadinya bencana alam.
Dr. Indra Permana Jati, ST, MT. menerangkan bahwa Konsep Mitigasi adalah mengatasi bencana agar aman dan selamat. Dengan mengetahui kondisi kerentanan gerakan tanah teutama kerentanan gerakan menengah-tinggi maka diharapkan masyarakat dapat meneningkatkan kapasitas masyarakat dalam mempersiapkan langkah apa yang harus dilakukan ketika tertjadi bencana dan pascabencana. Relawan bencana agar dirahakan ke pencegahan bencana untuk mengurangai fokus terhadap penanganan saat terjadi bencana. Seiring dengan tidak adanya kepastian terjadinya bencana, perlu adanya fasilitas dari pemerintah dan Komisi D DPRD Provinsi  Jawa Tengah terkait anggaran penanganan bencana. Perlu perilaku khusus terhadap pol ataman (penanaman tanaman berbatang keras) untuk mengikat tanah saat terkena air sehingga mengurangi resiko bencana longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjarnegara, Aris Sudaryanto S.Pd, M.M, juga turut menyampaikan penjelasan kondisi kebencanaan di wilayah Banjarnegara.

Penulis : Dwi Yuda dan Somadiyono