Sidak Galian Ilegal, Ganjar Ikut Kejar Para Pekerja yang Melarikan Diri

Sidak Galian Ilegal, Ganjar Ikut Kejar Para Pekerja yang Melarikan Diri

BATANG, KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan inspeksi mendadak di sela kunjungan kerja di Kabupaten Batang, Rabu (22/3/2017) pagi. Dia sidak di lokasi tambang ilegal di Sungai Petung, Kecamatan Reban, Batang.

Dalam aksinya itu, Ganjar mendapati belasan truk ganda yang berada di bibir sungai. Ada juga alat berat yang beroperasi di tengah sungai, mengeruk aliran batu dan sungai.

Saat mobil dinas Nisan Navara Ganjar mendekati lokasi, belasan pekerja yang berada di lokasi berlarian ketakutan. Mereka lari ke dalam areal persawahan dan tidak dapat diajak bicara. Ganjar pun ikut mengejar mereka. Namun usahanya tidak membuahkan hasil.

“Ini yang pekerja lari. Mereka di sana, truk dan kapal ini dikunci,” kata Ganjar, di lokasi sidak, sembari memperlihatkan truk yang digunakan mengangkut ini.

Pantauan Kompas.com, lokasi tambang ilegal berada di bagian hulu aliran sungai Petung. Di aliran sungai itu, warga biasanya memanfaatkan sumber mata air untuk pertanian, air minum dan benih pembibitan ikan.

Sejumlah truk ganda yang hendak mengangkut hasil galian C juga dari berbagai daerah, terutama Kabupaten Kendal, Demak, Batang dan wilayah sejenisnya. Lokasi bibir sungai juga mengalami kerusakan, karena sepanjang bibirnya dikeruk dan diambil pasir serta batu.

Ganjar mengaku mendapat banyak laporan terkait kegiatan galian itu,!terutama dari Facebook. Warga mengeluhkan imbas dari pertambangan itu, seperti kekurangan air bersih, pertanian yang terganggu.

“Mereka betul-betul ilegal karena didatangi lari semua, pintu di kunci. Kami akan tertibkan yang begini-begini ini,” tambahnya.

Salah satu pekerja Ahmad Fauzan mengatakan, dirinya mengambil pasir di sungai. Pasir lalu dijual ke pengepul, lalu dijual kembali ke pihak yang membawa truk ganda.

Sumber http://regional.kompas.com/

Menuju Masyarakat Sejahtera Melalui Penguatan Pengelolaan ESDM dan Kemandirian Energi dengan tetap mengacu pada prinsip pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.