Bupati Pekalongan Sidak Galian C

KAJEN – Bupati Pekalongan, Drs. H. A. Antono, MSi, bersama Tim Pertambangan, Jumat (25/11) pagi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke areal penambangan galian C di wilayah Sungai Sengkarang di Desa Sastrodirjan, Kecamatan Wonopringgo dan Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar. Sidak menemukan sejumlah pelanggaran, antara lain penambangan di luar area yang diizinkan, penggunaan alat berat di area sungai yang tak direkomendasikan, serta pengoperasian alat angkut tak sesuai aturan.
Melihat langsung kondisi Sungai Sengkarang dan aktivitas penambangan waktu itu, Bupati mengatakan, penambangan yang dilakukan tidak sesuai ketentuan, bisa mengakibatkan kerusakan lingkungan yang parah. “Kalau tidak diantisipasi, banjir bisa datang. Pengalaman yang sudah, banjir pernah melanda wilayah Desa Sastrodirjan, karena aliran sungai seperti bottle neck (leher botol),” kata Bupati Antono.

Bupati mengatakan, tidak melarang warganya mengambil pasir dan batu. Tetapi, pihaknya akan mengatur agar lokasi pengambilannya sesuai perizinan dan alat yang digunakan sesuai yang direkomendasikan. “Begitu juga alat angkutnya, agar sesuai dengan yang diizinkan,” ujar Bupati. Menurutnya, jika para pengusaha tambang galian mematuhi aturan tersebut, usaha bisa lancar, tapi tidak merusak lingkungan dan tidak merugikan warga yang tidak tahu sama sekali tentang aktivitas penambangan yang selama ini berlangsung.

Untuk mengantisipasi banjir dan kerusakan sungai lebih parah, Antono menyatakan, pihaknya akan melakukan pembinaan. Jika masih terjadi pelanggaran, dia akan mengambil tindakan dengan melaporkan pada Gubernur terkait kondisi riil Sungai Sengkarang akibat penambangan galian C. Dia menyatakan kemungkinan penutupan wilayah sungai untuk penambangan. “Ya, kalau memang aturannya sampai harus ditutup, akan kita tutup,” ungkap Antono.

Nurrohim (45), salah seorang penambang tradisional di Desa Sastrodirjan menyayangkan jika sungai sampai ditutup bagi penambang tradisional seperti dirinya. Diakui, menambang galian C di wilayah Sungai Sengkarang sudah menjadi pekerjaan sehari-harinya sejak puluhan tahun lalu. “Ini sudah menjadi mata pencaharian saya untuk menafkahi anak isteri. Saya terserah pada kebijakan pemerintah bagaimana nantinya, tapi sayang jika sampai harus ditutup,” ucap dia. Ribuan warga yang menggantungkan hidup dari menambang material pasir batu di wilayah Sungai Sengkarang sejak puluhan tahun lalu.

Terlanjur Langgar Batas Izin
Salah seorang pengusaha tambang galian C, Hj. Sri Mulyati, mengaku baru mengetahui batas pengambilan material galian C sekitar seminggu lalu. Pemasangan patok juga baru dilakukan pihaknya seminggu lalu. “Yang tahu koordinat dari ESDM. Saya nggak ngerti batas-batasnya. Baru seminggu ini saya pasang patok dan saya tarik garis dari patok itu, sehingga bisa diketahui batasnya,” ujar dia. Dia mengakui penambangan yang dilakukan sudah terlanjur melewati batas wilayah yang diizinkan. Sri Mulyati memiliki izin usaha penambangan di wilayah Sungai Sengkarang Desa Kayugeritan seluas 7 hektar sejak tahun 2009 dan izin sampai 2012.

Kasi Pengendalian dan Pendayagunaan Balai Pengelolaan Sumber Daya Alam Pemali Comal, Supriyanto menyatakan, penambangan galian C sudah melewati batas area yang diizinkan.

Kasi Pembinaan dan Penyuluhan Balai ESDM Serayu Utara, Suprihariyanto menyatakan terjadi penambangan liar, penambangan di luar area yang diizinkan di wilayah Sungai Sengkarang. “Patok tidak bergeser, terjadi penambangan di luar batas yang kita tentukan,” tandas dia. Pihaknya mengaku sudah memberikan peringatan pada para pengusaha penambangan sebelumnya, namun masih terjadi pelanggaran. Suprihariyanto mengatakan, penyediaan pathok menjadi kewajiban pengusaha dan diatur dalam ketentuan izin. “Setiap izin yang mereka punyai, kita punya gambarnya, area mana yang diizinkan dan ternyata terjadi pelanggaran di luar areal yang diizinkan,” ujar dia sembari menunjukkan gambar wilayah penambangan yang diizinkan pihaknya.(lei, evk/humas setda).

AJEN – Bupati Pekalongan, Drs. H. A. Antono, MSi, bersama Tim Pertambangan, Jumat (25/11) pagi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke areal penambangan galian C di wilayah Sungai Sengkarang di Desa Sastrodirjan, Kecamatan Wonopringgo dan Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar. Sidak menemukan sejumlah pelanggaran, antara lain penambangan di luar area yang diizinkan, penggunaan alat berat di area sungai yang tak direkomendasikan, serta pengoperasian alat angkut tak sesuai aturan. Melihat langsung kondisi Sungai Sengkarang dan aktivitas penambangan waktu itu, Bupati mengatakan, penambangan yang dilakukan tidak sesuai ketentuan, bisa mengakibatkan kerusakan lingkungan yang parah. “Kalau tidak diantisipasi, banjir bisa datang. Pengalaman yang sudah, banjir…

Review Overview

Graphics
Gameplay
Design
Sounds
Camera

Good !

Summary : Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas. Vestibulum tortor quam, feugiat vitae,

User Rating: 3.62 ( 231 votes)