• 024 7608203
  • Jl. Madukoro AA-BB No.44 Semarang 50144

Longsor di Banjarnegara, Heru Harapkan Ada Jalur Alternatif

Longsor di Banjarnegara, Heru Harapkan Ada Jalur Alternatif

Banjarnegara – Pascaambrolnya jalur Karangkobar-Kalibening Kabupaten Banjarnegara akibat diterjang longsor 9 Februari lalu, pemkab setempat segera membuat jalur alternatif. Sehingga, aktivitas warga di jalur utama penghubung Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Pekalongan tidak terganggu, terutama saat badan jalan tergerus longsor.

Upaya tersebut mendapat apresiasi positif dari Plt Gubernur Jateng Drs Heru Sudjatmoko MSi yang meninjau lokasi longsor di ruas jalan Desa Paweden, Kecamatan Karangkobar, Rabu (7/3). Turut mendampingi Plt Gubernur Jateng dalam tinjauan tersebut Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Sarwa Pramana, Kepala Badan BPBD Bannjarnegara Drs Arief Rahman, serta pejabat terkait lainnya.

“Jalur Karangkobar-Kalibening-Pekalongan ini adalah jalan provinsi dan sekarang rusak parah akibat terkena longsor. Hasil kajian Geologi Bandung, daerah sini tanahnya gerak sehingga rawan terjadi longsor. Jadi memang perlu ada jalur alternatif, supaya saat jalan provinsi ini longsor, (aktivitas) warga bisa dialihkan ke jalur alternatif,” ujar Plt Gubernur.

Untuk penanganan sementara, lanjut dia, jalur tersebut akan diaspal secepatnya agar semua kendaraan bisa melintas dan aktivitas sosial dan ekonomi warga tidak terganggu. Sebab, akibat longsor itu, pelajar, petani dan pedagang terpaksa memutar arah dengan jarak tempuh dua kali lipat atau sebelumnya daari karangkobar – Kalibening dan Kabupatem Pekalongan 45 menit menjadi 1,5 jam hingga 2 jam.

“Kontruksi jalan provinsi ini sudah beton, tapi karena wilayah sini rawan longsor. Bahkan menurut kajjian Badan Geologi hingga kedalaman 20 meter rawan tanah gerak, sehingga sering ambrol terkena longsor saat musim hujan,” terangnya.

Meskipun longsor di jalan provinsi itu tidak menelan korban jiwa atau luka, dan bukan di wilayah pemukiman warga, namun Plt Gubernur meminta warga memperbanyak rambu peringatan agar berhati-hati. Sebab kawasan tersebut rawan longsor.

Senada disampaiikan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono. Menurutnya, jalur Beji-Slatri Kecamatan Karangkobar, akan ditingkatkan menjadi jalur alternatif Banjarnegara-Kabupaten Pekalongan. Terutama saat jalan provinsi yang menghubungkan kedua kabupaten tersebut tergerus longsor.

“Kondisi jalur alternatif Beji-Slatri sepanjang enam kilometer saat ini sangat sempit. Lebarnya hanya tiga meter sehingga sangat sulit dilalui kendaraan roda empat atau lebih,” kata bupati.

Ia menyebutkan, rencana peningkatan jalur alternatif dari lebar tiga meter menjadi enam meter tersebut, sudah diusulkan dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbanng) 2018 dengan anggaran APBD sebesar Rp 30 miliar.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Drs Arief Rahman menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan pemkab dalam penanganan bencana tanah longsor di jalur utama Banjarnegara -Kabupaten Pekalongan KM 19. Salah satunya bertindak cepat mengeruk material longsor dan memperbaiki jalan darurat agar aktivitas warga kembali normal.

“Area longsor panjangnya mencapai 212 meter dengan volume 66,160 meter kubik. Material longsor menutup jalan sepanjang sekitar 200 meter, sehingga jalan provinsi arah Kalibening, Karangkobar, Dieng putus hingga sekarang,” bebernya.

Meskipun tidak ada korban jiwa ataupun luka, namun bencana alam tersebut mengakibatkan aktivitas warga tergangggu. Pelajar, petani, pedagang maupun masyarakat baik dari Banjarnegara menuju Kabupaten Pekalongan maupun sebaliknya terpaksa memutar arah melintasi beberapa desa antara lain Gripit, Beji, dan Slatri dengan jarak tempuh dua kali lipat.

Atas bencana alam tersebut, Bupati Banjarnegara menetapkan status darurat bencana tanah longsor di ruas Desa Paweden Kecamatan Karangkobar, selama 14 hari mulai 9-22 Februari. Selain itu juga mengundang Badan Geologi Bandung dan BP3ESDM untuk melakukan kajian geologi di kawasan rawan tanah gerak dan longsor itu.

Penulis : Mn, Humas Jateng
Editor : Ul, Diskominfo Jateng
Foto : Humas Jateng

Menuju Masyarakat Sejahtera Melalui Penguatan Pengelolaan ESDM dan Kemandirian Energi dengan tetap mengacu pada prinsip pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.