P3GL dan Dinas ESDM Jawa Tengah Menyusun Profil dan Kajian Pemetaan Potensi Wilayah Pesisir Pantai Utara Jawa

P3GL dan Dinas ESDM Jawa Tengah Menyusun Profil dan Kajian Pemetaan Potensi Wilayah Pesisir Pantai Utara Jawa

P3GL dan Dinas ESDM Jawa Tengah Menyusun Profil dan Kajian Pemetaan Potensi Wilayah Pesisir Pantai Utara Jawa

Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) bekerja sama dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah sedang menyusun profil dan mengaji pemetaan potensi wilayah pesisir pantai utara Jawa. Kegiatan ini untuk memperkuat ketersediaan data dan informasi sumber daya mineral di Pesisir Pantai Utara Jawa sebagai komitmen pengelolaan sumber daya mineral yang berkelanjutan.

Pada Focus Group Disscusion “Ketersediaan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral di Pesisir Pantai Utara Jawa Tengah” di Tegal, Jawa Tengah (24/3), Kepala P3GL, Hedi Hidayat menyampaikan kerja sama ini akan berlangsung selama enam bulan, dari bulan Februari dan berakhir bulan Juli 2021.

Hedi menargetkan, “Pemetaan geologi karakteristik di 11 kabupaten/kota ini akan menghasilkan peta digital sebaran sedimen dasar Laut utara Jawa Tengah dan peta digital pantai Tegal-Pemalang, Pekalongan-Batang-Kendal, Jepara, serta Pati-Rembang”.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto, menjelaskan kolaboarasi ini dilatarbelakangi adanya potensi bahan galian di pesisir Pantai Utara Jawa Tengah yang dapat digunakan mendukung pengembangan Infrastruktur dan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Pesisir Pantai Utara Jawa Tengah terdapat potensi bahan galian meliputi mineral logam (pasir besi) dan batuan (pasir pasang & laut) dan terdapat 4 (empat) pemohon IKRL (Informasi Kesesuaian Ruang Laut) , dan 2 (dua) pemohon Izin Lokasi untuk kegiatan pertambangan di Pesisir Utara Jawa Tengah.

Ditinjau dari aspek ekonomi pertambangan, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum memiliki kajian dan data potensi sumber daya mineral di Pesisir Pantai Utara Jawa. Data geologi kelautan harus dipandang penting sebagai penguat pembangunan di daratan, terutama untuk menilai kualitas data kelautan di Provinsi Jawa Tengah.

“Potensi sumber daya dan potensi bencana di pesisir Jawa Tengah perlu dipahami sebagai review pembangunan yang sudah berjalan dan sebagai acuan rencana pembangunan ke depannya”, lanjut Sujarwanto.

Peneliti Utama P3GL, Deny Setiadi menguraikan ground-check data regional digunakan sebagai data dukung sementara dan tahap awal pemanfaatan di daerah, untuk mengetahui lokasi dan posisi dan sebaran pasir laut di lepas pantai utara Jawa Tengah.

Deny menyimpulkan pembentukan tanah timbul/akrasi dipengaruhi oleh sedimentasi dari darat dan pengaruh karakteristik gelombang atau musim di suatu tempat. Data geologi diperlukan sebagai acuan dalam rencana pembangunan di daerah terkait.

Aktifitas yang dilakukan di antaranya survei laut dan sampling seismik, pemetaan geologi karakteristik pantai ke dalam lima lembar peta, pengolahan data dan analisis laboratorium. Peralatan yang digunakan antara lain alat perekam seismik dan echosounder, gravity corer, katrol, motor winch serta perangkat peralatan seismik lainnya.

Sumber: https://litbang.esdm.go.id/news-center/arsip-berita/p3gl-dan-dinas-esdm-jawa-tengah-menyusun-profil-dan-kajian-pemetaan-potensi-wilayah-pesisir-pantai-utara-jawa

Menuju Masyarakat Sejahtera Melalui Penguatan Pengelolaan ESDM dan Kemandirian Energi dengan tetap mengacu pada prinsip pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.