Pemprov Dorong Pemanfaatan PLTS Atap

Pemprov Dorong Pemanfaatan PLTS Atap

OLEH UDIN SAEROJI

SEMARANG (Asatu.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) ramah lingkungan di daerah. Pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di lingkungan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) merupakan salah satu wujud konkret pemanfaatan EBT yang sudah dibuktikan mampu mencapai efisiensi biaya sebesar 31 persen.

Fakta itu dibeberkan oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, saat menghadiri Rapat Pengarahan Optimalisasi Penggunaan PLTS Atap di ruang rapat Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Selasa (28/5).

“Bapak Gubernur sudah memerintahkan dilakukan percepatan pemanfaatan EBT, maka PLTS atap menjadi prioritas. Sudah dipasang di Dinas ESDM, Bappeda, dan Setwan. Kita ingin mendorong mulai dari unsur pemerintah, dunia swasta seperti hotel dan pabrik bisa menggunakan energi surya karena kita akan bisa sangat hemat dalam hal penggunaan energi listrik. Dari sisi rupiah saja efisiensinya mencapai 31 persen, belum lagi ketika kita bicara tentang manfaat makronya,” bebernya.

Sujarwanto menjelaskan, untuk pemasangan PLTS atap diperlukan penggantian meteran kilowatt yang menunjukkan ekspor-impor listrik dari pelanggan ke PLN serta sebaliknya. Untuk meteran kilowatt tersebut, PLN siap mendukung.

“Pemanfaatan PLTS ini memang perlu penggantian dari meteran yang semula meter untuk mengukur berapa yang masuk dari PLN ke rumah atau kantor. Tetapi kali ini, meteran yang diperlukan untuk mengukur berapa yang masuk dan berapa yang kita kirim ke PLN, termasuk faktor pengurang di listriknya,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan, SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jateng segera melakukan pemasangan PLTS atap tersebut. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai target proporsi EBT yang sudah ditetapkan.

Sebagai informasi, target proporsi EBT secara nasional pada tahun 2025 sebesar 23 persen dan pada tahun 2050 sebesar 31 persen. Sedangkan di Jateng, target proporsi EBT pada tahun 2025 sebesar 21,4 persen dan pada tahun 2050 sebesar 28,8 persen.

“Sesegera mungkin SKPD di Jateng menerapkan ini di perubahan anggaran atau murni 2020 akan mulai pasang. Di tingkat rumah tangga juga ada yang sudah ingin dipasang, memang lebih cepat lebih baik,” ujarnya.

Senada dengan Sujarwanto, Sekda Provinsi Jateng Sri Puryono mendorong SKPD di lingkungan Pemprov Jateng agar segera memanfaatkan PLTS atap di kantor masing-masing karena terbukti mampu menghasilkan efisiensi biaya dan lebih ramah lingkungan.

“Pada tahun 2020, upayakan untuk bisa membangun pembangkit listrik tenaga surya atap 30-35 kWp. Saya yakim Jawa Tengah bisa menjadi contoh pemanfaatan EBT,” ujarnya. (is)

Menuju Masyarakat Sejahtera Melalui Penguatan Pengelolaan ESDM dan Kemandirian Energi dengan tetap mengacu pada prinsip pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.