Waspada Tanah Longsor

Waspada Tanah Longsor

Klik gambar untuk memperbesar

Selain banjir, longsor juga kerap kali terjadi ketika musim hujan tiba. Penyebabnya adalah curah hujan yang tinggi di daerah perbukitan yang mengakibatkan struktur tanah menjadi labil. Karena itulah, untuk mengurangi dampak dari bencana tersebut, yuk simak tips-tips berikut ini!

Waspadalah jika curah hujan tinggi dan siapkan dukungan logistik. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk persiapan bila sewaktu-waktu Anda harus dievakuasi dari rumah. Selanjutnya, simak informasi dari radio mengenai potensi tanah longsor. Bila sudah ada prediksi longsor akan terjadi, bersiaplah untuk evakuasi diri dan keluarga.

Tanda-tanda akan terjadinya tanah longsor adalah terdengar suara gemuruh. Jika Anda di dalam rumah dan mendengar suara itu, segera ke luar dan cari tempat lapang dan tanpa penghalang. Namun, bila Anda sedang ada di luar, cepat cari tempat yang lapang dan perhatikan sisi tanah mana yang mengalami longsor. Yang paling penting, Anda harus selalu waspada pada kemungkinan longsor susulan!

Penyebab

Penyebab Berdasarkan keterangan BNPB, tanah longsor didefinisikan sebagai salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng. Adapun penyebab terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng tersebut terdiri dari dua faktor, yakni faktor pendorong dan faktor pemicu. Kedua faktor ini bisa timbul akibat proses alam maupun aktivitas manusia Apa bedanya? Faktor pendorong adalah faktor yang memengaruhi kondisi material tanah atau batuan. Misalnya, tingginya intensitas hujan, kemiringan tanah, terjadinya pelapukan dan erosi, penebangan liar, dan pengembangan irigasi, juga sistem pertanian yang tidak memperharikan kestabilan tanah. Hal-hal di atas dapat memengaruhi kondisi material secara langsung sehingga mengubah formasi atau susunan yang ada. Baca juga: Memprediksi Tanah Longsor dengan Wireless Sensor Network Misalnya hujan dengan intensitas tinggi akan merusak susunan tanah yang stabil karena terlalu banyak jumlah air yang meresap hingga melebihi kemampuan tampung tanah itu sendiri.

Sementara faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Contohnya terjadi gempa bumi, gunung meletus, beban bangunan, getaran akibat kendaraan juga ledakan, dan sebagainya. Faktor pemicu ini dapat diartikan sebagai faktor eksternal yang dapat membuat tanah longsor sekalipun kondisi tanah dalam keadaan yang baik-baik saja.

Menurut BNPB, terdapat beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana pergerakan tanah tersebut. Tips-tips ini bersifat preventif atau mencegah, meliputi perbaikan sistem peringatan dini, meningkatkan persebaran informasi yang bersifat edukatif, hingga beberapa hal bersifat teknis. Pertama, adanya sistem peringatan dini di wilayah-wilayah yang secara geografis rawan terjadi tanah longsor, misalnya perbukitan, tebing, atau sekitar aliran sungai. Upaya ini perlu dioptimalkan untuk meminimalisasi jumlah korban, baik jiwa maupun materi.

Selanjutnya, bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bisa membudayakan menanam tanaman pertanian, perkebunan yang sesuai dengan azas pelestarian lingkungan dan kestabilan lereng. Hal ini untuk memperkuat cengkeraman tanah yang ada sehingga risiko longsor lebih kecil. Di samping itu, ada beberapa hal yang perlu dihindari agar wilayah rawan tidak mudah terjadi longsor. Misalnya dengan tidak melakukan penggalian, pembukaan lahan persawahan, dan kolam di daerah bawah lereng yang terjal. Ini penting agar kestabilan lereng tidak terganggu dan tanah tidak mudah bergerak.

Namun, yang paling penting dari semuanya adalah masyarakat yang mendapatkan edukasi tentang bahaya tanah longsor dan upaya-upaya yang bisa dilakukan sebagai bentuk pencegahan, upaya penyelamatan diri, dan pasca-bencana. Diharapkan penyebaran informasi tentang bencana, termasuk tanah longsor dapat tersebar luas melalui berbagai jenis saluran, baik formal maupun nonformal. Terakhir, bentuk pencegahan yang paling baik adalah menghindari mendirikan permukiman di atas lahan yang rawan terjadi longsor. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan dan dipertimbangkan bagi siapa pun yang akan mendirikan sebuah hunian. Namun, jika sudah terlanjur, maka masih dapat melakukan upaya-upaya lainnya yang sudah disebutkan, atau jika memungkinkan pindah ke tempat yang lebih aman.

Source : https://sains.kompas.com/

Menuju Masyarakat Sejahtera Melalui Penguatan Pengelolaan ESDM dan Kemandirian Energi dengan tetap mengacu pada prinsip pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.