Berdasarkan
hasil kompilasi peta zona kerentanan gerakan tanah di Jawa Tengah dari Pusat
Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM RI
serta Prakiraan Curah Hujan Jawa Tengah Bulan Oktober Tahun 2025 dari Badan
Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Jawa
Tengah sebagaimana peta terlampir, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi
perhatian, antara lain bahwa prediksi
curah hujan wilayah Jawa Tengah bulan Oktober 2025 umumnya curah hujan sebesar 101 mm hingga
>500 mm dalam kategori Sedang hingga Sangat Tinggi. Perkembangan suhu muka air
laut pada Dasarian I September 2025
menunjukkan
SST di wilayah sekitar pulau Jawa pada kisaran 27,0°C s.d. 30,0°C. Kondisi anomali SST di perairan sekitar Jawa
Tengah umumnya lebih hangat
dibandingkan klimatologisnya.
Hal ini menandakan proses penguapan yang di wilayah JawaTengah umumnya sama hingga lebih banyak
dibandingkan normalnya. Berdasarkan evaluasi kondisi dinamika atmosfer tersebut
di atas maka prakiraan sifat hujan bulan Oktober 2025 umumnya berada pada
kategori Normal (N) hingga Atas Normal
(AN).
Berkaitan dengan hal tersebut diatas, diperlukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terjadinya bencana gerakan tanah (tanah longsor) terutama pada lokasi-lokasi yang mempunyai karakteristik kerentanan gerakan tanah menengah-tinggi/tanah mudah longsor pada peta warna kuning-merah dengan arsir curah hujan > 300 mm.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas agar mengambil langkah langkah mitigasi sebagai berikut :
1. Meningkatkan
penyuluhan kewaspadaan pada masyarakat yang berada di daerah yang mempunyai tingkat kerentanan gerakan tanah menengah-tinggi dan curah hujan > 300 mm;
2.
Menyiapkan Infrastruktur dan
sarana prasarana untuk antisipasi bila terjadi bencana;
3. Meningkatkan kewaspadaan dengan memasang EWS (Early Warning System) dan ronda masyarakat saat terjadi hujan datang 2 jam berturut turut;
4. Selalu berkoordinasi dengan stakeholder terkait (TNI, Polri, BPBD, dan ormas bidang kebencanaan) dalam penanganan darurat