Berdasarkan hasil kompilasi peta zona kerentanan gerakan tanah di Jawa Tengah dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM RI serta Prakiraan Curah Hujan Jawa Tengah Bulan Januari Tahun 2026 dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Jawa Tengah sebagaimana peta terlampir, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, antara lain bahwa prediksi curah hujan wilayah Jawa Tengah bulan Januari 2026 umumnya curah hujan sebesar 201 mm hingga >500 mm dalam kategori Sedang hingga Sangat Tinggi. Perkembangan suhu muka air laut pada Dasarian I Desember 2025 menunjukkan SST di wilayah sekitar Pulau Jawa dalam kategori hangat, dengan kisaran 29,0°C s.d. 29,5°C. Kondisi anomali SST di perairan sekitar Jawa Tengah umumnya lebih hangat dibandingkan klimatologisnya. Kondisi tersebut menandakan proses penguapan di wilayah Jawa Tengah umumnya lebih banyak dibandingkan normalnya. Berdasarkan evaluasi kondisi dinamika atmosfer tersebut di atas maka prakiraan sifat hujan bulan Januari 2026 curah hujan di Jawa Tengah diprediksi umumnya berkisar antara 201 mm hingga >500 mm dengan sifat hujan Normal (N) hingga Atas Normal (AN).
Berkaitan dengan hal tersebut diatas, diperlukan
kewaspadaan dan kesiapsiagaan terjadinya bencana gerakan tanah (tanah longsor)
terutama pada lokasi-lokasi yang mempunyai karakteristik kerentanan gerakan
tanah menengah-tinggi/tanah mudah longsor pada peta warna kuning-merah dengan
arsir curah hujan > 300 mm
Sehubungan dengan hal tersebut diatas agar mengambil langkah langkah mitigasi sebagai berikut :
1.
Meningkatkan
penyuluhan kewaspadaan pada masyarakat yang berada di daerah yang mempunyai tingkat kerentanan gerakan tanah menengah-tinggi dan curah hujan > 300 mm;
2.
Menyiapkan Infrastruktur dan
sarana prasarana untuk antisipasi bila terjadi bencana;
3.
Meningkatkan
kewaspadaan dengan memasang EWS (Early Warning System)
dan ronda masyarakat saat terjadi hujan datang 2 jam berturut turut;
Selalu berkoordinasi dengan stakeholder terkait (TNI, Polri, BPBD, dan ormas bidang kebencanaan) dalam penanganan darurat